Pada tanggal 12 Oktober 2014, 8 siswa dari SMAN 10 Malang kampus 2 mengikuti seleksi atau audisi Hitzmaker Wannabe yang dilaksanakan di Radio Kalimaya Baskara. Dalam audisi tersebut, peserta menunjukkan bakatnya dalam bersiaran dan juga menampilkan kemampuan soft skillnya. Untuk pengumuman diumumkan via sms atau telepon pada hari senin. Hari senin, tim Kalimaya Baskara datang ke sekolah, memberi pengumuman untuk Imron Alamsyah, Ananda Mutiara, Atika Umi Hanif bahwa mereka berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Setelah itu, kami menuju ke Radio Kalimaya Baskara untuk briefing kegiatan-kegiatan sebelum Grand Final. Kamis, 16 Oktober 2014 kami berdua menjalani take voice untuk on air campaign yang digelar tanggal 27-31 Oktober 2014. Pada tanggal 18 Oktober kami bertiga mengikuti mini outbound dan seminar kepemimpinan bersama Leadership House di Universitas MaChung. Selanjutnya, pada hari Senin-Jumat tanggal 20-24 Oktober kami bertiga mengikuti coaching clinic di Gilang Ramadhan Studio untuk persiapan penampilan bakat (softskill) di Grand Final pada tanggal 2 November. Sabtu, tanggal 25 Oktober kami bertiga mengikuti photo session di Let’s Photo Studio. Esok harinya pada hari Minggu, 26 Oktober kami bertiga mengikuti seminar broadcasting yang diadakan oleh Kalimaya Bhaskara dan seminar public speaking di Universitas MaChung. Pada hari Senin, 27-31 Oktober 20 finalis dari SMA dan SMP di kota Malang termasuk kami bertiga melakukan On Air Campaign di Radio Kalimaya Bhaskara.

hits

Hari yang kami tunggu pun tiba. Puncak kegiatan ini adalah pada saat Grand Final pada hari Minggu, 2 November 2014 di Hotel Santika Premiere Hall Majapahit 2-3. Puji syukur SMAN 10 Malang mendapat 4 Juara. Juara II diraih oleh Imron  Alamsyah, Juara III diraih oleh Ananda Mutiara Alhakimah, Juara hiburan yaitu Top Creative Announcer diraih oleh Aura Kamilah (Kampus 1 Sawojajar). Dan lagi-lagi Juara Supporter dimenangkan oleh SMAN 10 Malang. (Oleh: Hanif dan Atika).

Leave a reply

Persiapan kami lakukan satu hari sebelum lomba diselenggarakan yakni hari Sabtu, 30 Agustus 2014 bersama pelatih broadcast.

Hari Minggu, 31 Agustus 2014, kami berangkat menuju tempat lomba (bertempat di SMA 5 Malang) sekitar pukul 06.30 WIB. Sesampai di tempat lomba, kami melakukan registrasi terlebih dahulu. Setelah itu, kami memasuki aula MGMP untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah acara pembukaan, kami digiring oleh panitia ke tempat lomba masing-masing.

Lomba selesai pada pukul 14.00 WIB yang ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba.

jumper

Kami mendapat tiga penghargaan, yaitu :

  1. Mochammad Imron Alamsyah, Juara 1 Annoucer Competition
  2. Mochammad Imron Alamsyah, Juara 3 News Presenter Competition
  3. Atika Umi Hanif, Juara 2 News Reporter

(Oleh: Imron A)

Leave a reply

AYO MENULIS KREATIF

 (9/2) PELATIHAN menulis kreatif dan jurnalisme ini diadakan dalam rangka agenda rutin tahunan diklat jurnalistik di Learning to Live Jurnalistik SMAN 10 Malang. Diikuti sekitar 45 anggota jurnalistik kelas X, XI, dan XII baik dari kampus 1 dan 2, bertempat di Ruang Multimedia kampus 1 SMAN 10 Malang. Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB yang dibuka langsung oleh materi layout atau perwajahan koran. Seluruh pemateri dalam pelatihan ini mengundang dari redaksi koran lokal Malang Post. Mas Abdi yang mengenalkan materi perwajahan koran dengan runtut menerangkan bagaimana tampilan koran yang baik seklaigus menarik, sehingga para pembaca dapat menangkap isi berita dengan baik pula.

Pelatihan-Menulis-Kreatif

Selain materi tentang perwajahan koran, juga terdapat materi fotografi yang disampaikan oleh Mas Rizal, fotografer Malang Post untuk sektor kota. Materi fotografi kali ini tidak lagi menjelaskan tentang teknik-teknik dasar fotografi, melainkan sudah menginjak ke tahapan foto bertema. Dengan mengangkat tema “setiap langkah memiliki kisah”, diharapkan seluruh anggota jurnalistik dapat menceritakan setiap foto indah mereka. Para peserta juga diminta untuk hunting foto di sekitar sekolah dan dikoreksikan oleh pemateri. Dari sejumlah foto yang terkumpul, beberapa sudah mahir dan juga ada yang perlu belajar lagi dan lagi.

Sebagai acara inti, yaitu materi menulis kreatif yang dibimbing langsung oleh Bapak Husnun N Djuraid, wartawan dan editor senior Malang Post. Pada kesempatan kali ini, Pak Husnun menularkan bagaimana agar kita bisa menjadi penulis yang kreatif, inovatif dan tidak pernah merasa bosan. Pun juga bagaimana menulis dengan baik dan benar. Melalui cerita-cerita dan pengalaman beliau yang tak sedikit di dunia jurnalisme, para peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi penulis-penulis yang memiliki daya saing dan unggul.

Foto-Bersama-dengan-Pak-Husnun-N-Djuraid-tengah

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam ini tidak hanya disuguhi materi-materi saja. Yang menarik adalah sesi standup comedy oleh para anggota baru untuk mendapatkan id card wartawan jurnalistik SMAN 10 Malang.  Acara ditutup dengan foto bersama dan harapan selanjutnya adalah dengan adanya pelatihan ini, kualitas jurnalistik di SMAN 10 Malang baik dari segi produk dan sumber daya manusianya menjadi lebih baik.(arf)

Leave a reply

Grand Final Hitz Maker Wannabe 2013

Balai Pertiwi Universitas Ma Chung Malang

Don’t Be Affraid To Follow Your Passion and Reach Your Dream

(27/10). Berangkat di pagi hari pada pukul 07.00 WIB dengan pakaian yang sudah di siapkaan sebelumnya, Titin Aprilia menggunakan pakaian adat Jawa untuk persembahan tari Tradisionalnya, sedangkan Aqila Nur Rahmalia menggunakan Baju Kebaya Modifikasi berwarna merah maroon, acara dibuka pada pukul 09.00 oleh MC. Dan kemudian dilanjut dengan performance skill dari para peserta ayang berselang seling dengan penampilan skil penyiar oleh para finalis.

Siaran-On-The-Stage

Tema siaran telah ditentukan sebelumnya oleh panitia, dan setiap finalis berpasangan dengan finalis lain, Titin Aprilia berpasangan denga Rizky Wahyu, dan Aqila Nur R berpasangan dengan Adinda A. Titin Aprilia dan Rizky Wahyu mendapat materi siaran mengenai komunitas-komunitas di Kota Malang, Aqila Nur R dan Adinda A mendapat materi siaran mengenai keunikan Kota Malang di mata para wisatawan. Finalis diberi waktu maksimal 10 menit untuk melakukan siaran, para finalis dilarang menggunakan skrip, namun hanya diperbolehkan menggunakan skrip point yang sebelumnya, di cek terlebih dahulu oleh dewan juri.

Selain menampilkan materi siaran para peserta dituntut untuk melkukan performance skill masing-masing . penampilan merekapun bermacam-macam, ada yang menampilkan puisi, theater, vocal grup dan juga tarian tradisional. Aqila Nur Rahmalia enmpilkan duet vokal bersama dengan Vinsensius Eres dengan judul lagu Bersatulah Indonesia, sedangkan Titin Aprilia menampilkan tarian tradisional Gading Alit. Penampilan performance skill juga sangat menentukan nilai total untuk menentukan penmenang.

Grand-Final-Seleksi-5-besar

  Setelah melakukan berbagai aktifitas selama 2 minggu dan melakukan siaran berpasangan, akhirnya ditunjukalah 5 besar grand finalis Hitz Maker Wannabe 2013, yaitu ada Arista, Aqila, Eres, Aldi dan Devi. Mereka mengambil tema kejutan di dalam bowl dan langsung menampilkan siaran tanpa skrip berupa opening, content, closing selama 3 menit. Dan materi tema kejutan merupakan kegiatan-kegiatan dan apapun di sekitar sekolah kita. Dan setelah melakukan sesi grand final saatnya menentukan siapa saja yang berhak mendapat gelar Hitz Air Personality, Hitz Creative Maker, dan juga Hitz Litsener Choice . tentunya juga Juara 1, 2 dan 3.

Aqila-Nur-Juara-1-Lomba-Penyiar-Radio-Kalimaya-Bhaskara

Alhamdulillah, SMA Negeri 10 Malang mendapat predikat Juara 1 . atas nama Aqila Nur Rahmalia. Pengalaman bersiaran di sekolah merupakan kunci kemenanganya kali ini, tentunya teidak terlepas dari bimbingan dari Pak Yudi selaku Pembina dan Teh Kiky Trainer Broadcasting SMAN 10 Malng, terus semangat Broadcasting SMAN 10 Malang dan tetap raih prestasi. Broadcaster, New Caster ! New Generation ! (aqila)

Leave a reply

Broadcasting with Software Jazzler

Broadcasting with Software Jazzler Broadcasting adalah salah satu L to L (Learning to Live) atau yang biasa dikenal extrakulikuler di SMAN 10 Malang. Siswa dibimbing bagaimana menjadi pembawa acara formal maupun nonformal yang baik dan benar. Selain teori yang mereka dapatkan, mereka juga bisa langsung praktik bakatnya di ruang broadcasting. Di kampus I siswa sudah memiliki ruang siaran radio yang sangat memfasilitasi mereka. Sedangkan di Kampus II , dimulai dari perjuangan broadcast on the spot (siaran langsung), Broadcast On The Spot ini, dilakukan setiap hari Jumat saat istirahat ke-2. Dalam siaran, si broadcaster bisa membawakan topik pembicaraan sesuai dengan berita terbaru yang berhubungan dengan sekolah, infotainment, dan lain-lain. Bahkan siswa-siswi SMA Negeri 10 Malang bebas request lagu untuk dimainkan saat itu . Caranya pun gampang, mereka tinggal mengisi kertas kecil yang disebarkan yang isinya bisa titip salam kepada siapa aja dan request lagu kesukaan mereka.

L-to-L-Broadcast

Setelah melewati masa-masa yang sangat sulit untuk broadcast on the spot, yang harus membawa peralatan dari sana-sini, dan harus menata tempat kursi untuk siaran sendiri. Berkat sang pendekar broadcasting kita , sebut saja Titin, dia berhasil membuat visi-misinya menjadi kenyataan. Mempunyai ide untuk mewujudkan studio broadcasting di kampus II, dengan dibantu dengan Pak Yudi selaku pembina broadcasting sekarang telah terwujud didepan mata.

Siaran bukan asal siaran . Mereka membuat  program siaran dan juga ada software jazzler. Pasti semua masih asing dengan nama software jazzlersoftware jazzler adalah software yang cocok digunakan untuk me-managesiaran di radio, fitur yang dimilikinya hebat-hebat, mulai dari playlist lagu, layanan SMS, penjadwalan musik untuk dimainkan, bonusan musiknya pun membludak  dan segudang fitur lainnya. Harga software ini jangan ditanya lagi. Mahal.

Waktu mereka siaran pun cukup strategis untuk didengarkan. Pukul 5 sore sampai pukul 8 malam. Saat jam makan malam, mereka menghibur para siswa yang sedang menikmati makan malamnya di kantin. Keren kan, Lanjutkan ! (vinsa)

Leave a reply