Bertempat di Mini Hall gedung mercu, akhir bulan April 2016 kemarin dilaksanakan pelatihan untuk 3D printing. Kegiatan ini adalah dalam rangka menindak lanjuti kerjasama antara SMA Negeri 10 Malang dan SMARTLab di bidang pengembangan dan peralatan Lab. Acara ini diikuti oleh siswa-siswi SMAN 10 Malang kelas X dan XI sebanyak 20 siswa dan 6 orang guru seni serta komputer. Sedangkan pemateri berasal dari SMARTLab Jakarta.

3d

Kebutuhan mencetak tak lagi sekadar di atas kertas. Kemajuan teknologi dapat mewujudkan apa yang ada di imajinasi kita ke dalam bentuk yang lebih nyata dan dapat dirasakan melalui sentuhan. Nah, tantangan itu coba dijawab dengan kehadiran printer 3D.

Printer 3D adalah proses pembuatan benda padat tiga dimensi dari sebuah desain secara digital menjadi bentuk 3D yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga dipegang dan memiliki volume. Pada pelatihan ini para peserta mencoba membuat benda 3D dengan menggunakan software 123D design.

3d1

Printer 3D ini bisa mencetak, modelling, prototipe /pemodelan, alat-alat peraga untuk pendidikan khususnya Lab, model perhiasan, desain produk, mainan anak-anak dan berbagai kebutuhan untuk mencetak bentuk dalam 3 dimensi. Para peserta kali ini mencoba membuat dadu dan gantungan kunci.

Cara kerja printer 3D hampir sama dengan mencetak di printer 2D namun hanya sisi desainnya yang berbeda. Cara kerjanya; setelah mendesain model kemudian dilakukan integrasi dengan printer. Proses mencetak pun dimulai, lamanya mencetak tergantung besar dan ukuran model, bisa sekitar 15-60 menit. Setelah dicetak, proses finishing pun dilakukan, dengan melihat hasil cetakan dari desain 3D robot yang sudah dibuat.

Leave a reply

Pada tanggal 10 – 13 maret tahun 2016, kami mengikuti lomba dari Innovation Fair Smartlab yang digelar di Sampoerna University. Acara ini di gelar tiap tahun, diadakan di Kota Jakarta. Ada banyak sekolah SMA sederajat se-Indonesia yang mengikuti lomba ini, seperti sekolah mitra SMARRTLab yakni SMA sampoerna Academy, SMA 02 Batu, SMA 68 jakarta dan lain-lain.

Kami mengikuti lomba ini adalah kali pertama,  kami membuat project dari konsumtif menjadi lebih hemat dan kita membuat alat untuk menghemat listrik, air, gas dari alat tersebut serta membuat alat untuk mendeteksi gas LPG yang bocor, kami menggabungkan Arduino dan Intel Galileo dengan beberapa sensor yaitu sensor suhu, infrared, karbonmonoksida dan kelembapan air. Produk kami bernama “Efficient Home”.

smartlab

Alat kami berguna untuk menghemat energy karena human eror. Sensor tersebut dapat dipasangkan pada beberapa alat yaitu, saklar lampu, pompa air, kipas angin, dan diletakkan di dekat tabung gas LPG, maka jika diruangan tersebut tidak ada orang, secara otomatis lampu akan mati, pada kipas angin, kipas hanya menyala jika suhu di ruangan tersebut melebihi standart, misalkan kita atur suhu standart C maka kipas hanya akan menyala pada suhu 31 dengan cara menekan tombol selama 3 detik, pada pompa air, pompa hanya akan menyala jika air di dalam bak mandi itu kosong, ketika sudah penuh, otomatis pompa air akan berhenti bekerja, dan terakhir pada gas LPG, ketika gas itu bocor yang dapat memicu adanya ledakan, dan sensor akan otomatis mendeteksi adanya kebocoran gas otomatis ada alarm yang berbunyi sehingga kita tahu ada gas yang bocor dan cepat bertindak untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam lomba ini kami masih mendapatkan first favourit dalam lomba tersebut, kami juga bangga sudah bias membawa nama baik sekolah. Kami juga memiliki banyak teman dengan berbagai karekter karena mengikuti lomba tersebut.

Leave a reply

Sebanyak 22 siswa siswi SMAN 10 Malang, dari kelas X, XI dan XII berkumpul untuk mengikuti workshop Arduino Part 1. Arduino merupakan perangkat komputer yang biasa digunakan untuk bagian dari sebuah alat atau bagian dari sebuah robot. Arduino Uno mudah untuk di operasikan dan di progam, ada beberapa perangkat untuk mengoperasikan arduino, seperti :
Kabel, Buzzer, Lampu, Sensor Suhu, LCD, Sensor Gerak, Dinamo, Batterai, Laptop
dan Kabel Data.

Jika kita menggabungkan beberapa atau semua dari bagian bagian pendukung untuk arduino, kita bisa menciptakan sebuah alat yang bermanfaat. Contoh contoh alat yang bisa kita buat adalah :
1. Alat pengukur suhu
2. Alat pengukur ketinggian
3. Alat anti pencurian
4. Lampu pararel
5. Alat pendeteksi gerakan
6. Tulisan berjalan, dll

photo

Dalam workshop ini para peserta dikenalkan dengan perangkat lunak Arduino. Untuk pemrograman kami diajarkan bahasa C++. Didalam aplikasi Arduino sendiri terdapat 2 bagian untuk mengetik bahasa C++ nya, bagian pertama adalah Void setup dan bagian ke dua adalah Void loop, masing masing bagian memiliki bagian penting untuk mengoperasikan Arduino, ada yang bagian untuk memberi perintah menjalankan progamnya ada juga yang memberi daya untuk mengaktifkan arduino itu sendiri.

Selama 4 hari, 5-8 Oktober 2015 belajar Arduino ini sangat banyak ilmu yang bisa kami dapatkan. Setiap harinya kami diberikan tugas oleh Bapak Deden selaku trainer workshop kali ini. Kemudian kami diminta untuk mempresentasikan tugas kami per tim pada keesokan harinya. Menurut Bapak Deden kami para peserta sangat antusias dan cepat dalam menerima materi. Pada hari terakhir workshop Part 1 ini kami belajar komponen-komponen baru lagi, yang nantinya digunakan untuk mengembangkan project dalam 1 bulan mendatang. Dan masing-masing tim harus mempunyai tema yang berbeda. (By: Dzaky).

Leave a reply

Pada hari Selasa, 22 September 2015 bertempat di Hall Sampoerna University Jakarta Selatan, berlangsung acara Mobile Programming Competition 2015. Acara ini diikuti oleh 24 peserta yang dibagi ke dalam 12 tim. Masing-masing peserta adalah finalis terpilih sebanyak 4 tim dari masing-masing kota diselenggarakannya Workshop Android Programming selama 5 hari pada tempat dan waktu yang berbeda.

Semua peserta melalui penjurian sebanyak 2 sesi dengan juri yang berbeda. Mulai dari trainer, akademisi maupun dosen dan juga melalui polling pengunjung. Di hall ini para finalis memamerkan hasil aplikasi mereka pada pengunjung. Aplikasi mereka pun beragam, mulai dari edukasi, game dan lain-lain.

jkt15

Kota-kota tempat terselenggaranya workshop Android antara lain Jakarta, Garut, Malang dan Batu. Dengan peserta berkisar 30-an siswa untuk masing-masing kota. Workshop ini berlangsung atas kerjasama antara masing-masing sekolah dengan pihak SMART-Lab Sampoerna University. Sebagai acara puncak, masing-masing daerah dipilih berdasarkan aplikasi terbaik yang sudah mereka buat dan berkesempatan untuk ikut kompetisi di jakarta ini.

Kegiatan berlangsung mulai dari jam 8.00 pagi hingga jam 16.00 sore. Dari 2 tim yang mewakili SMAN 10 Malang mendapatkan juara Harapan 1 dan sekaligus sebagai tim dengan polling pilihan pengunjung terbanyak. Tim ini beranggotakan Ian Reyhan (XI IPA 5) dan Iqbal Akbar Prabowo (XI IPA 6). Dengan judul aplikasi  Math Slide, aplikasi ini berupa game matematika untuk anak usia dibawah 7 tahun. Game ini berfungsi untuk melatih berhitung (+, -, x dan :). Dalam waktu dekat tim kami dan tim ke-2 yang beranggotakan Fikri Ezra (XI IPA 6) dan Kevin (XI IPA 6) akan meletakkan aplikasi kami di Play Store. Sesuai dengan tujuan workshop dan kompetisi, sehingga kami bisa membuat aplikasi sebagai media pembelajaran yang aplikatif dan inspiratif. (By: Ian, Bowo, Ezra, Kev).

Leave a reply

5 days for Mobile Programming Training – SmartLab

Bertempat di Laboratorium SMAN 10 Malang Kampus 2 Tlogowaru, siswa-siswi dari tuan rumah, SMAN 1 Batu, SMAN 2 Batu dan SMKN Batu berkumpul untuk mengikuti 5 hari kegiatan andromedia. Melalui workshop ini peserta diajarkan cara membuat aplikasi Android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java oleh seorang Tentor dari jakarta selatan yaitu Bp. D. Shaka. S. Kegiatan ini bisa terlaksana karena didukung oleh USAID-SmartLab dan SMAN 10 Malang.

Acara berlangsung mulai hari Senin, 31 Agustus 2015 hingga 4 September 2015. Pada hari pertama setelah pembukaan dan perkenalan, peserta mulai dikenalkan tentang algoritma dan logika. Karena semua peserta adalah baru dan belum pernah mengikuti kegiatan serupa, maka semua antusias untuk belajar dari sesi ke sesi. Kemudian acara selanjutnya adalah instalasi program untuk membuat aplikasi di android yaitu eclipse. Hari selanjutnya para peserta dikenalkan dengan konsep bahasa pemrograman, membuat Layout dan Activity. Hari ketiga berlanjut dengan pembuatan contoh aplikasi dan membuat bundle .apk kemudian beberapa siswa yang membawa handphone jenis Android bisa langsung di install di handphone mereka.

andro2015

Gambar 1. Contoh hasil karya aplikasi oleh siswa

Pada hari ke-empat para peserta diminta untuk membentuk tim, merencanakan pembuatan aplikasi android yang akan dibuat oleh mereka. 1 tim boleh terdiri dari 2 atau 3 siswa. Dan pada hari terakhir masing-masing tim diminta untuk mempresentasikan hasil karya mereka di depan tentor, para guru dan tim lainnya. Salah satu tim bernama Ejjeberd Skype yang terdiri dari Farah Aurellia dan Anastasya Savira, merencanakan untuk membuat aplikasi camera yang bernama “RAFCAM” aplikasi yang kami buat adalah aplikasi yang berbasis capture, filter, dan flash (splash). Perbedaan kamera ini dari kamera kamera yang lain adalah splash nya dari aplikasi ini tidak perlu menggunakan flash yang menyala langsung disertai lampu tetapi dari aplikasi tersebut telah ada flash otomatis.

Tim yang lain terdiri dari Ian Reyhan dan Iqbal Akbar Prabowo membuat aplikasi bernama “Math Slide”. Aplikasi ini berjalan berbasis permainan matematika, karena saat dijalankan sistem bisa menghitung setiap angka melalui operasi matematika yang sudah dimasukkan ke program. Dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi yang sudah dipresentasikan oleh masing-masing tim. Diharapkan setelah selesai workshop ini para siswa mampu mengembangkan aplikasi yang bisa mendukung kegiatan pembelajaran ujar Bp. Ilan Asqolani selaku perwakilan dari SmartLab. (By: FA).

1 Comment on Mobile Programming Training – SmartLab