Acara puncak masa basis peserta didik kelas 10 tahun pelajaran 2017/2018

“Selamat datang ayah dan ibu, kami selalu merindukanmu” begitulah tulisan besar yang terbaca di depan gerbang portal asrama SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur. Kata-kata ini melukiskan akan rindu yang dirasakan oleh seluruh peserta didik kelas 10. Hari sabtu (14/10) terdapat sebuah event yang takkan pernah terlupakan sepanjang masa bagi mereka dan pada hari itu juga peserta didik kelas 10 dapat bertemu orang tua untuk melepas rindu. Karena setelah 3 bulan lamanya tidak terjalin komunikasi antara mereka.

Suasana meja registrasi undangan wali murid yang hadir pada acara Parents day 2017

Acara Parents Day 2017 dimulai dengan registrasi pada pukul 06.00 wib tepatnya di depan gedung Kangean dan gedung Bawean (baca: gedung asrama putra dan putri). Namun sejak pagi sudah terlihat banyak orang tua/ wali yang datang lebih awal sebelum pukul 06.00. Setelah dari registrasi orang tua dipandu untuk melihat foto-foto dokumentasi kegiatan selama 3 bulan masa basis di sepanjang “jembatan cinta” (baca: jalanan menurun dan lebar yang menuju area sekolah). Foto dokumentasi ini adalah rekaman mulai dari kegiatan PLA (Pengenalan Lingkungan Sekolah) hingga kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kedisiplinan Siswa).

Para undangan orang tua yang menuju area acara sembari melihat foto-foto dokumentasi yang terpajang

Tepat pukul 07.15 wib dimulai dengan penampilan keterampilan dasar bela negara antara lain binjas (Bimbingan Jasmani), BDM (Bela Diri Militer), PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan kolone tongkat yang diperagakan di lapangan Singosari dan lapangan Panjalu (baca: lapangan voli dan basket). Demonstrasi ini adalah hasil dari latihan masa basis selama 3 bulan yang secara rutin dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu.

Penampilan ketrampilan bimbingan jasmani dari beberapa peserta didik kelas 10

Penampilan ketrampilan Bela Diri Militer dari beberapa peserta didik kelas 10

Penampilan ketrampilan PBB dari beberapa peserta didik kelas 10

Penampilan ketrampilan Kolone Tongkat dari beberapa peserta didik kelas 10

Setelah dari pertunjukkan demonstrasi, orang tua siswa diarahkan untuk menuju ke lapangan Majapahit. Tim pataka yang sudah menunggu di depan panggung dengan membawa bendera 9 House untuk mempermudah para orang tua menempati tempat duduk yang sudah disediakan per house. Pukul 08.45 wib acara inti dimulai dengan dewan guru dan pejabat memasuki tenda acara diiringi oleh cucuk lampah lalu dilanjutkan dengan pertunjukan tari Kembang Genjret yang peragakan oleh Faris Abiyyu Ramadhan (Hornbill), Vicky Hindriyanto Nugroho (Hornbill), Robbi Fi Ardhi (Mantaray), Nuril Zelly Hidayanti (Mantaray), Bernagita Wahyu Setyabudi (Hornbill), dan Fitria Ainin Razak (Mantaray).

Prosesi cucuk lampah oleh perwakilan peserta didik kelas 10

Dilanjutkan oleh sesi pembukaan dan doa, sambutan-sambutan dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Kepala LAPETAL, dan Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur.

Pembacaan Doa oleh Bapak Muslihan, S. Ag

Sambutan oleh Kepala Sekolah Smantar Nala Bapak Tri Suharno, M.Pd

Sambutan dari perwakilan Komite Sekolah

Sambutan yang disampaikan oleh Kalapetal Bapak Gatot Hariyanto

Sambutan yang disampaikan oleh Ibu Dra. Ety Prawesti, M. Si

Acara semakin haru saat terdapat penampilan pesan dan kesan dari perwakilan peserta didik kelas X yaitu Arienda Eka Juliasrisma (Dove). Kemudian dilanjutkan musikalisasi puisi yang ditampilkan oleh Muhammad Ainul Yaqin (Dolphin) dan Amelia Nadya Sugihantono (Mantaray) sebagai vokalis, Magdalena Terentia Graciani (Eagle) dan Rendy Cahya Aditya (Hornbill) sebagai gitaris, Muhammad Keflin Syahputra (Shark) sebagai cajoon, dan Moch. Ishak Firmansyah (Mantaray) sebagai pembaca puisi. Mereka membawakan puisi berjudul “Kini” karya Ratih Nurmalita.

Penampilan peserta didik kelas X saat membawakan pesan kesan dan puisi

Kemudian pada saat pemutaran video keseharian siswa wali murid sangat antusias dalam menyaksikan video tersebut. Sesekali terdapat orang tua yang menangis karena haru melihat putra-putrinya dan juga sesekali tertawa karena terdapat adegan yang lucu. Tak terasa saat pemutaran video masa basis peserta didik kelas 10 berjalan melewati red carpet dengan gagah. Sesampainya di panggung mereka membawakan persembahan kepada orang tua dengan menyanyikan 3 buah lagu yang terdiri dari Mars SMAN Taruna Nala, Proud Of You, dan Doa Seorang Anak dengan diiringi keyboard oleh Lintang Pramesti Gunarso (Hornbill).

Peserta didik kelas 10 yang berbaris rapi memasuki area acara untuk menuju panggung

Penampilan seluruh peserta didik kelas X saat membawakan 3 buah lagu

Setelah acara inti selesai orang tua siswa masuk ke kelas sesuai dengan house masing-masing untuk melakukan SA Sharing dan pengambilan raport tengah semester.

Selepas dari Paduan suara pada pukul 11.00 acara dilanjutkan dengan pemasangan baret dan pemberian hadiah untuk orang tua. Siswa kelas 10 berbaris 1 banjar sesuai dengan housenya masing-masing. Wali murid mencari putra dengan melihat housenya dan setelah semua bertemu dengan orang tuanya, panitia mempersilahkan memasangkan baret untuk putra putri tercinta. “Mama, papa apa kabar?” kata salah satu siswa Kelas 10 yang bertemu orang tuanya.

Prosesi pembaretan oleh orang tua kepada putra putri tercinta

Isak haru dan tangis baik siswa maupun orang tua pecah saat pemasangan baret. Karena untuk pertama kalinya orang tua dapat bertemu, berkomunikasi bahkan memeluk setelah 3 bulan lamanya. Terdapat rasa bangga yang tersirat dari wajah orang tua siswa kelas 10.

Setelah kegiatan pembaretan siswa kelas 10 mengambil barang-barang yang akan dibawa ke rumah dan dipersilahkan untuk pesiar meninggalkan asrama.

“ Saya sangat bangga dengan acara Parents Day 2017 ini, dan saya sangat mengapresiasi semua kerja keras panitia yang telah membuat acara ini berjalan dengan sukses” kata Luthfi Baihaqy (Hornbill kelas XI) selaku ketua pelaksana kegiatan kali ini. Tak lupa ia juga mengucapkan selamat kepada siswa-siswi kelas 10 karena telah menyelesaikan masa basisnya.

“Meskipun 3 bulan telah berlalu, bukan berarti semuanya telah berakhir masa kritismu. Akan tetapi ini adalah awal pijakan untuk menghadapi semua hal. Masa SMA ini akan terukir indah untuk bekal mu suatu saat nanti.” (/ahm)

Leave a reply

(Perwakilan Smantar Nala di 3 tempat acara peringatan Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia)

Kamis, 16 Agustus 2017 di depan kantor Laksamana Nala (dulunya Mercusuar) pukul 18.30 wib 3 bus besar terlihat berjajar di depan gedung, menunggu sejumlah 150 peserta didik, 2 guru pendamping dan 3 pembina dari Lapetal, untuk berangkat ke surabaya.


Dokumentasi Bapak Kepala Sekolah saat memberikan pengarahan sebelum keberangkatan

Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya (baca: 2016), selain merayakan Dirgahayu RI di sekolah, juga mengirim delegasi ke 3 tempat berbeda untuk acara yang sama. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa Smantar Nala mengirim 3 peleton sebanyak 100 peserta didik, 1 tim paduan suara sebanyak 50 peserta didik untuk memeriahkan Upacara HUT ke 72 RI yang digelar di Gedung Grahadi, Surabaya. Dengan bergabung bersama 15 sekolah dari Surabaya, 1 sekolah dari Bangkalan, 1 sekolah dari Mojokerto, 1 sekolah dari Gresik, dengan total 1000 paduan suara kolosal pelajar SMA/SMK di Jawa Timur membentuk Paduan Suara Kolosal yang diberi nama ‘Pusaka’.

Dokumentasi tim paduan Smantar Nala beserta pembina

Sebelum upacara dimulai, paduan suara yang mengambil tempat di seberang Gedung Grahadi ini, sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, paduan suara telah melantunkan lagu-lagu seperti Dirgahayu Indonesiaku, Hari Merdeka, Laskar Pelangi, dan Bendera. Lagu-lagu ini mengiringi persiapan upacara sekaligus menyambut para tamu undangan yang berdatangan.

Dokumentasi saat seluruh peserta paduan suara membentuk kalimat Dirgahayu RI ke-72

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan HUT RI ke 72 dilaksanakan di halaman Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, pada pukul 09.30 WIB. Mengambil tema “Indonesia Kerja Bersama” sebagai tema nasional, peringatan kemerdekaan RI ke-72 ini dimaksudkan agar seluruh elemen bangsa mengedepankan kebersamaan dan gotong royong dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dokumentasi peleton putri dari Smantar Nala menuju lokasi upacara

Detik-detik proklamasi sendiri dilaksanakan pukul 10.00 WIB dengan ditandai dentuman meriam sebanyak 17 kali. Upacara dipimpin Soekarwo, Gubernur Jawa Timur sebagai inspektur upacara. 3 peleton peserta didik Smantar Nala bergabung dengan pasukan upacara dari kesatuan militer TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Akademi Angkatan Laut, Gabungan PNS pemprov jatim, Veteran,Tokoh msyarakat, Pramuka, Mahasiswa atau Pelajar, Polisi Pamong Praja, serta beberapa peserta dari ormas kepemudaan.

Dokumentasi peleton putra Smantar Nala terdiri dari kelas 10-11

Dokumentasi peleton putra Smantar Nala terdiri dari kelas 12

Sementara itu ditempat lain di Balai Kota Malang juga tengah dilaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Malang yang diambil dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Malang (7 diantaranya dari Smantar Nala). Dan kali ini mengirimkan 2 peleton (1 peleton untuk ikut saat pengibaran bendera dan 1 peleton untuk ikut saat penurunan bendera).

Dokumentasi peserta didik Smantar Nala yang bertugas di Balai Kota Malang

Sore harinya, di Hall Room Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Jawa Timur, acara Gelora 171717 digelar. Doa Bersama untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang adalah persembahan dari GM FKPPI Jawa Timur, Mabes TNI, TIMES Indonesia dan Malang Post untuk Indonesia. Acara ini didukung penuh oleh PCNU Kota Malang, PDM Kota Malang, KNPI, PDK Kosgoro, FKUB, dan sejumlah elemen masyarakat. 2 peserta didik Smantar Nala menjadi satu-satunya perwakilan dari tingkat SMA yang ikut berpartisipasi dalam membaca puisi di acara tersebut.

Dokumentasi Kavinda dan Syahrul di depan banner acara

Dokumentasi foto bersama ketua FKPPI Jawa Timur dan Humas Smantar Nala

Diwawancara saat selesai megikuti upacara di Grahadi, Surabaya. Kepala Sekolah Smantar Nala Bapak Tri Suharno dan Staf Ahli Ibu Avi S mengatakan bahwa pengiriman delegasi Smantar Nala baik di Balaikota maupun Grahadi akan menjadi kegiatan tahunan kedepannya.

Dokumentasi foto Kepala sekolah, staf ahli dan peserta didik saat selesai menghadiri upacara di Grahadi

(By: Humas)

Leave a reply

Bertempat di Hall Mercusuar sekolah SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, Hari senin tanggal 10 April 2017 dan hari selasa tanggal 11 April 2017 dilaksanakan workshop penguatan dan penyusunan RPP, Penilaian, dan Soal UAS. Dibuka oleh Kepala Sekolah Bp. Drs. Tri Suharno, M.Pd pada hari pertama, kemudian dilanjutkan sosialisasi program UPM (Unit Penjaminan Mutu) dan pembuatan Standar Mutu Sekolah oleh tim UPM (Unit Penjaminan Mutu). Dilanjutkan sesi ke-2 yaitu penyusunan RPP dan UKB dalam MGMPS sekolah. Kegiatan berlangsung tertib dan sesuai jadwal.

Kemudian pada hari ke-2, dilanjutkan dengan materi penyusunan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) untuk kelas X, XI, XII. Dan disusul materi konsep penilaian k-13 terbaru. Dengan kelompok MGMPS masing-masing lanjut membuat latihan penyusunan soal berdasar konsep penilaian k-13 terbaru. Pada siang harinya SMA Negeri Taruna mendapat kunjungan sidak dari provinsi yaitu Bapak Wagub (Drs. Syaifullah Yusuf) atau biasa disapa Gus Ipul  beserta jajarannya dan Kepada Diknas Kota Malang yaitu Ibu Zubaidah beserta tim. Agenda utama adalah sidak pelaksanaan UNBK di Kota Malang, berkunjung ke beberapa tempat dan acara di Kota Malang. Pada saat berkunjung ke SMANTAR NALA, Gus Ipul, Bu Zubaidah dan jajarannya menyempatkan diri untuk berkeliling sekolah, asrama putra-putri sekolah. Sekaligus melihat dari dekat kondisi sekolah pengembangan ini yang sudah diambil alih oleh Pemerintah provinsi sejak bulan Januari lalu.

Kegiatan hari ke-2 ini diakhiri dengan sesi presentasi dari perwakilan guru masing-masing mata pelajaran yang diampu. Dan semua peserta bersiap-siap untuk melanjutkan sesi berikutnya di esok hari. (by: myth).

Leave a reply

Berebut Free Pass Masuk SMAN 10 Malang Leadership Academy

Future Leader Competition 2016 ( FLC2K16 ) merupakan salah satu acara tahunan dari SMAN 10 Malang ( Leadership Academy ). Acara ini bertujuan menjaring siswa-siswi SMP yang berprestasi melalui beberapa perlombaan yang meliputi Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, Olimpiade Bahasa Inggris, Speech Contest, Story Telling, Solo Vocal, dan Lomba Poster. Setelah berhasil menyelenggarakan lomba se-Kota Malang pada FLC2K15, tahun ini panitia mulai merambah seluruh SMP se-Jawa Timur. Hal ini juga karena SMAN 10 Malang ( Leadership Academy ) menerima siswa-siswi dari seluruh Indonesia.

flc

Tahun ini FLC mengalami peningkatan yang sangat signifikan ditinjau dari jumlah peserta dan pihak-pihak luar yang ikut andil dalam suksesnya acara ini. Bank Indonesia, Jade Indopratama, Global Collection, Neutron Yogyakarta, Ganesha Operation, Sony Sugema College, LBB LIA, dan Primagama merupakan pihak sponsor yang berpartisipasi dalam acara ini. Selain itu media partner yang meliputi, EventMalang , acaraapa.com, sekolahkukampusku.com, eventmalang, infomalangraya, portalborneo, malangchannel akumaru.com dan halomalang, telah berhasil mempromosikan acara ini hingga sampai ke siswa-siswi se-Jawa Timur.

FLC2K16 yang dilaksanakan pada hari Sabtu ( 14/5 ) kemarin, dimulai pada pukul 08.00 di Aula Mercusuar SMAN 10 Malang dan pelaksanaan lomba setiap bidangnya serentak dimulai pada pukul 09.00. Seluruh peserta terlihat sangat antusias tercermin dari bagaimana siapnya mereka dalam mengikuti lomba yang ada. Setiap lomba berjalan sesuai denga rundown yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Suara merdu mengguncang aula mercusuar dari peserta lomba solo vocal. Kemampuan berbahasa Inggris siswa-siswi SMP juga sangat mencengangkan, mereka memiliki kepercayaan diri yang baik dalam speech, story telling, maupun menyampaikan opini dalam bahasa Inggris. Persaingan sengit juga terjadi dalam olimliade-olimpiade yang ada.

Tahun ini bagi juara 1 setiap lomba yang duduk di bangku kelas 9 akan mendapatkan hadiah free pass untuk masuk ke SMAN 10 Malang dan beasiswa dari Pemerintah Kota Malang apabila siswa/siswi pemenang lomba itu bersekolah dan berdomisili di Kota Malang. “Iya kak saya ingin masuk sini makanya ikut lomba ini.” begitu ujar salah safu peserta lomba poster.

Rangkaian acara berakhir pada pukul 16.00 yang ditutup dengan pengumuman pemenang setiap lomba serta penyerahan piala, sertifikat dan uang pembinaan. Diakhir acara diumumkan 3 siswa dan siswi yang berhak mendapatkan free pass untuk masuk ke SMAN 10 Malang ( Leadership Academy ) yaitu Nabillah Faranada, Aditya Aji, dan Listya Afinnatun.

Foto-foto para pemenang, bersama Bapak Ibu juri dan Kepala Sekolah SMAN 10 Malang:

flc1

Berikut data pemenang lomba FLC tahun 2016:

  1. Olimpiade Bahasa Inggris

Juara 1 Michael M Rasyid dari SMPN 1 Malang
Juara 2 Syafira R Aisy dari SMPN 1 Banyuwangi
Juara 3 Karina Anastasya Putri dari Tazkia IIBS mlg
Harapan 1 Nadia Mahardika dari SMPN 1 ngunut
Harapan 2 Suryo Djagad dari SMPN 10 malang

 

  1. Olimpiade Matematika

Juara 1 Bagus Ferdian dari SMPN 2 Jombang
Juara 2 M. Rivan Prawira dari Mtsn Malang 1
Juara 3 Andrea Avisa dari SMPN 1 Blitar
Harapan 1 Sania Rizka dari mtsn aryojeding Tulung agung
Harapan 2 Septiasa Inziarni dari SMPN 1 Ngunut

 

  1. Olimpiade Ipa

Juara 1 Aditya Aji P dari SMPN 21 Malang
Juara 2 Yassir Sairon dari SMPN Arrohmah
Juara 3 M Rachman dari SMPN Ar Rohmah
Harapan 1 Izmi Azizah dari SMPN 1 Ngunut
Harapan 2 Dzumirotunnisa dari SMPN 1 Blitar

 

  1. Lomba Poster

Juara 1 Nabillah Farah N dari SMP Shalahuddin
Juara 2 R. Adieb Wira Satya dari SMPN  8 Malang
Juara 3 Amira Farras A dari SMP Islam Sabilillah Malang
Harapan 1 Nurul Istikomah dari SMPN 15 Malang
Harapan 2 Tiara Putri dari Tazkia IIBS Malang

 

  1. Lomba Solo Vokal

Juara 1 Listya Afinnantun N dari SMPN 1 pandaan
Juara 2 Aracely Evina dari SMPK St. Yusup 1 Malang
Juara 3 Eirene Christina S dari SMPN 1 mojokerto
Harapan 1 Arta Saviela dari SMPN 1 mojokerto
Harapan 2 Gama Brasto P dari SMPN 1 mojokerto

 

  1. Speech Contest

Juara 1 Aurin Regina C dari SMPN 1 Jetis
Juara 2 Yardan Khalil F dari Tazkia IIBS Malang
Juara 3 F. Adhea Larqba dari SMP Tazkia IIBS Malang
Harapan 1 Nabilah Az-zahro dari SMPN 1 Bojonegoro
Harapan 2 Anisa Putri K dari SMPN 1 Bojonegoro

 

  1. Story Telling

Juara 1 Naziha Yalpur dari Tazkia IIBS Malang
Juara 2 Azizah Novi dari MTSN Lawang
Juara 3 Yessicha Sienly Tanaya dari SMPN 1 Bojonegoro
Harapan 1 Verend Sirlya A. P dari SMPN 1 Ngunut
Harapan 2 Kholida dari MTSN Lawang

 

Setelah sukses tahun ini, Future Leader Competition akan terus dilaksanakan di tahun mendatang dengan konsep yang lebih menarik. Selamat kepada para pemenang dan sampai bertemu di FLC 2K17! ( dir )

Leave a reply

Berawal dari pengiriman Project Description, Curriculum Vitae, dan Project Documentation berupa video dengan waktu yang sangat singkat karena pengumuman event dengan batas deadline pengumpulan terakhir hanya berjarak 2 hari. Langsung pada hari itu juga saya izin untuk pulang dan membuat sebuah Project Documentation di ruang belajar saya di rumah. Walaupun harus bersusah payah dan begadang tidak tidur semalaman. Akhirnya, dengan bimbingan dan motivasi paman Project Documentation tersebut dapat diselesaikan dalam semalam. Lalu saya melanjutkan dengan malam selanjutnya kembali harus begadang tidak tidur semalaman untuk membuat Project description dan Curriculum Vitae dan alhamdulillah selesai dalam semalam. Lalu kemudian saya mengirimkan melalui E-Mail kepada Project Manager SMART-Lab Sampoerna University- Mr. Ilan Asqolani- dan menunggu pengumuman.

Penantian panjang dan kerja keras akhirnya berbuah manis. Tepat pada 11 Juni 2015, Alhamdulillah sebuah E-mail masuk dan sujud syukur langsung saya panjatkan kepada Tuhan YME karena E-mail tersebut berisikan pengumuman berupa Invitation to Maker Faire Singapore 2015 dan Project “Andromedia” Security Kit terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Maker Faire Singapore 2015 dengan bendera SMART-Lab Project dari SMAN 10 Malang yang disampaikan oleh Project Manager SMART-Lab –Mr. Ilan Asqolani-

Kepercayaan tersebut tidak saya sia-siakan. Persiapan mulai dilakukan 30 hari sebelum event.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga persiapan dilakukan di rumah. Dengan dukungan keluarga dan paman saya, hari demi hari dijalani dalam keadaan berpuasa akan tetapi semangat untuk menyelesaikan project ini tidak pernah surut.

mf

“Andromedia” Motorcycle Security Project adalah sebuah Security kit yang menjadi solusi inovatif karena semakin banyaknya tindak kriminal curanmor di Indonesia. Berbeda dengan Alarm konvensional, karenaSecurity Kit memodifikasi Electronic System dari sepeda motor dan membuat sepeda motor tidak bisa berjalan. Kunci utama alat ini adalah sebuah Relay dan dirangkai sesuai rangkaian pada Gb. 1. Yang digunakan adalah 3 buah Relay Omron 12 V. Dan rangkaian itulah yang menjadi ide utama dan membuat alat ini bekerja. Kedepannya akan dikembangkan menggunakan Fingerprint Scanner sehingga tingkat keamanannya sangat tinggi.

Sebelum dibawa ke Singapura, alat ini harus bisa dipresentasikan. Karena tidak mungkin membawa sebuah sepeda motor kesana, maka kami memutar otak untuk membuat sebuah prototype yang mudah dibawa dan akhirnya dapat diselesaikan walaupun hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Di Singapura, atas Nama SMAN 10 Malang Leadership Academy, dengan ditemani salah satu guru saya dari SMAN 10 Malang yaitu Bapak Wahiddin, saya mempresentasikan project saya dan banyak orang dan tertarik untuk mengembangkan project ini. Banyak sekali relasi, pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan dalam Event Maker Faire 2015 Singapore. Kurang lebih ada perwakilan dari 40 Negara yang ikut serta dalam Event ini. Saat berada disana saya dikunjungi oleh Mr. Leo Chin Su dari Goodwater Company Singapore, beliau lalu menghubungkan salah seorang rekannya yang menjadi Main Distributor PT Yamaha Indonesia yang pada saat itu berada di London, Inggris. Sampai saat ini masih terjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja Mr. Leo tersebut. Beliau tertarik untuk mendalami alat ini.

Selama 4 hari (11-14 Juli 2015), Singapura memberi banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya bawa kembali ke Indonesia. Sistem negara maju yang diterapkan banyak menginspirasi saya untuk membuat Indonesia lebih maju kedepannya. Kemudian tanggal 15 Agustus 2015 saya diminta untuk sharing session dan berbagi pengalaman didepan semua adik kelas X dan XI. Harapan saya melalui hal kecil, inovasi, dan dedikasi saya untuk Indonesia ini berdampak besar untuk masa depan. Karena saya percaya, “Perubahan kearah yang lebih baik itu harus mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari hari ini”. (By: Andritama D Rachmatullah).

Leave a reply